• Jakarta
Moto GP

Yamaha Gagal Manfaatkan Absennya Marquez di MotoGP 2020

Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, merasa timnya gagal memanfaatkan absennya Marc Marquez dengan baik. Padahal, ini adalah kesempatan yang baik untuk kembali menjadi juara dunia sejak terakhir kali pada 2015 lewat Jorge Lorenzo.

Sebagaimana diketahui, Marc Marquez masih absen hingga seri kelima MotoGP 2020 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, pada 23 Agustus 2020. Ia berpotensi masih menepi pada seri berikutnya di San Marino, 13 September 2020 karena cedera.

Ketiadaan Marc Marquez membuat jalannya balapan MotoGP 2020 semakin kompetitif. Sebagai bukti, dari lima seri, sudah muncul empat pemenang berbeda. Hal tersebut jelas berbanding terbalik dengan MotoGP 2019 di mana The Baby Alien tampil dominan.

Sayangnya, Yamaha hanya menempatkan dua orang pembalapnya di lima besar klasemen. Khusus bagi tim pabrikan Monster Energy Yamaha, hanya ada Maverick Vinales di peringkat lima. Hal itu sungguh disesali oleh Massimo Meregalli.

“Mari anggap saja begini, kami terlalu banyak membuang kesempatan ketika Marquez absen. Tentu saja, ada pihak yang senang, ada juga yang tidak senang (dengan absennya Marquez),” ujar Massimo Meregalli, dikutip dari Corse di Moto, Minggu (6/9/2020).

“Kami harus mencoba mengambil keuntungan dari mereka yang tidak hadir di sini, suka tidak suka. Di olahraga ini, mudah untuk menyusun rencana, tetapi terlalu banyak faktor yang menentukan hasil akhir,” imbuh pria berkebangsaan Italia itu.

Hasil-hasil yang diraih Yamaha memang sungguh disayangkan. Valentino Rossi dan Maverick Vinales sama-sama belum meraih kemenangan. Keduanya juga sudah sekali gagal finis. Akibatnya, Vinales baru mengumpulkan 48 poin, sedangkan Rossi mendulang 47 angka.

Performa kedua pembalap tersebut sedikit banyak terpengaruh dengan faktor-faktor teknis motor YZR M-1. Sebut saja masalah rem yang mendera Vinales di GP Styria 2020. Sementara Rossi masih bergelut dengan inkonsistensi performa dari satu balapan ke balapan lain.

“Menurut saya, agak sulit untuk mencari pembenaran. Ini adalah gabungan dari berbagai kondisi, yang sayangnya, tidak membantu kami seperti yang diharapkan,” tutup pria yang akrab disapa Maio tersebut.

Harapan untuk meraih gelar juara tentu saja masih ada. Vinales dan Rossi masing-masing hanya terpaut 22 dan 23 angka dari pemuncak klasemen Fabio Quartararo. Andai keduanya gagal, Quartararo akan jadi tumpuan harapan Yamaha meraih gelar juara.

Sumber : Okezone

Bagikan Artikel ini!

Prayuda Anugeraha

Pengamat berita olahraga lokal maupun internasional. Sangat tertarik dengan Liga Inggris..