• Jakarta
Basket

Akun Media Sosial Antentokunmpo Diretas dengan Unggahan Bernada Rasis

Klub Liga Basket Amerika Serikat (NBA), Milwaukee Bucks, menyelidiki dugaan peretasan akun media sosial dan rekening bank salah satu pemain mereka, Giannis Antetokounmpo. Penyelidikan dilakukan menyusul munculnya unggahan berisi kata-kata kotor dan bernada rasis di akun peraih MVP NBA tersebut pada Sabtu (9/5) lalu.

Reuters menyebut unggahan tersebut juga berisi kata-kata tidak hormat kepada legenda NBA yang meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter pada 26 Januari lalu, Kobe Bryant. Juga berisi kata-kata yang menyebut bahwa Antentokounmpo mengidap virus corona.

Setelah cuitan tersebut muncul di akun Twitter pebasket berusia 25 tahun tersebut, sejumlah media nasional setempat memuatnya sebagai berita. Mereka menggunakan tangkapan layar cuitan yang akhirnya dihapus dari akun Antentokounmpo.

“Hai semuanya! Saya kembali dan ingin bicara soal insiden media sosial kemarin! Saya diretas dan situasinya saat ini sedang diselidiki. Cuitan dan unggahan (tersebut) benar-benar tidak layak dan saya sangat kecewa dan jijik bahwa seseorang bisa mengeluarkan hal-hal buruk yang sudah mereka katakan,” cuit Antentokounmpo.

Antentokounmpo juga meminta maaf kepada sejumlah pemain yang namanya disebutkan dalam serangan tak hormat dalam retasan tersebut. Di antaranya kepada pemain Los Angeles Lakers, Kobe Bryant, rekan setimnya Khris Middleton, serta bintang Golden State Warriors, Stephen Curry.

“Saya terutama merasa tidak enak dengan keluarga (Kobe) Bryant, di masa berduka mereka tidak seharusnya dijadikan (target) negatifitas dan perilaku salah seperti ini. Terima kasih kepada Anda semua yang selalu mendukung keluarga saya dan saya, dan tetaplah dalam keadaan aman,” cuit Antentokounmpo.

Cuitan bernada rasis yang diretaskan ke akun Antentokounmpo muncul di tengah gejolak di Amerika Serikat karena viralnya video pembunuhan seorang pemuda kulit hitam bernama Ahmaud Arbery.

Arbery tewas ditembak oleh ayah dan anak ketika ia sedang melakukan jogging di sebuah taman di Georgia, Amerika Serikat, 23 Februari lalu. Saat ini, kedua terduga yang melakukan hal tersebut karena menuduh Arbery terlibat perampokan telah ditahan dan dibebankan pasal pembunuhan.

Sumber : Akurat

Bagikan Artikel ini!

Prayuda Anugeraha

Pengamat berita olahraga lokal maupun internasional. Sangat tertarik dengan Liga Inggris..