• Jakarta
Tenis

Jika Pandemi tak Mereda, Australia Terbuka Berpeluang tak Digelar

Pemimpin Eksekutif Federasi Tenis Australia, Craig Tiley, mengisyaratkan bahwa Australia Terbuka tahun depan berpeluang tak digelar jika pandemi Virus Corona (Covid-19) tak jua mereda. Tiley mengatakan bahwa pihaknya kini juga menyiapkan rencana khusus untuk Australia Terbuka 2021 dalam situasi pandemi.

“Skenario terburuk (adalah) tidak ada Australia Terbuka,” kata Tiley sebagaimana dipetik dari The Guardian. “Skenario terbaik kami saat ini adalah menggelar Australia Terbuka bersama para pemain yang bisa masuk ke sini dengan teknik-teknik pengkarantinaan dan hanya (untuk) penggemar Australia.”

Tak seperti sepakbola yang justru ingin segera menggelar pertandingan sejak ditangguhkan pada pertengahan Maret lalu, tenis cenderung meniadakan turnamen di tahun ini untuk memastikan kondisi benar-benar terkendali. Pasalnya, olahraga mereka menuntut atlet melakukan perjalanan antar kota antar negara.

Situasi yang dihadapi tenis saat ini adalah atlet menghadapi pembatasan perjalanan di sejumlah negara serta kewajiban untuk melakukan karantina ketika sampai di negara-negara tertentu. Perhitungannya adalah jika para petenis bisa tiba di Australia, masih harus dilihat kemungkinan mereka untuk bisa bertanding di tempat lain.

Sejumlah nama besar di tenis sudah menyatakan bahwa tahun ini sebaiknya tak perlu menggelar turnamen. Petenis ranking dua dunia pemilik 19 gelar grand slam asal Spanyol, Rafael Nadal, misalnya, telah melupakan 2020 dan bersiap menatap tahun depan.

“Saya melihat 2020 sebagai tahun yang hilang. Saya punya harapan (turnamen) akan dimulai lagi tahun depan. Mari berharap itu terjadi,” kata Nadal.

Sejauh ini, pandemik telah membatalkan turnamen grand slam lapangan rumput, Wimbledon, yang sedianya digelar 28 Juni–11 Juli mendatang. Sementara itu, Prancis Terbuka digeser ke September dan Amerika Serikat Terbuka masih berada dalam jadwalnya pada Agustus mendatang.

Tenis juga menghadapi krisis pendapatan bagi atlet-atlet level bawah karena ketiadaan turnamen. Wabah Covid-19 telah memicu pembicaraan tentang regulasi distribusi hadiah uang untuk menyelamatkan para petenis divisi bawah yang juga menjadi jalan untuk regenerasi petenis muda.

Sumber : Akurat

Bagikan Artikel ini!

Prayuda Anugeraha

Pengamat berita olahraga lokal maupun internasional. Sangat tertarik dengan Liga Inggris..