• Jakarta
Basket

Ibunda Michael Jordan di Balik 'Sepatu Terbang' Legendaris Itu

Air Jordan, sepatu ini begitu lekat dengan Michael Jordan. Tapi tanpa bantuan ibunda Jordan, brand tersebut tidak akan mendunia seperti sekarang.

Bagi para Sneakerhead alias pengoleksi sepatu, Air Jordan adalah koleksi yang wajib dimiliki. Apalagi Air Jordan 1, sepatu pertama Jordan saat berkarier di NBA, adalah barang paling diburu.

Saking laris manisnya, harga termurah sepatu tersebut bisa mencapai 1.500 dolar AS atau sekitar Rp 22, 5 juta rupiah. Harga tersebut muncul usai peluncuran dokumenter ESPN bertajuk The Last Dance, yang menceritakan perjalanan akhir karier Jordan di Chicago Bulls.

Padahal pada 2015, Air Jordan 1 itu rata-rata harganya cuma sekitar 836 dolar AS atau sekitar Rp 12,6 juta. Sepatu yang punya paduan warna putih, merah, dan hitam itu disebut pendobrak tradisi, karena saat itu NBA melarang warna seperti itu.

Tapi, sepatu Air Jordan buatan Nike tidak akan setenar saat ini jika saja megabintang NBA itu tidak menuruti perintah ibunya Deloris Jordan. Semua ini dimulai pada 1984 saat Jordan melakoni tahun pertamanya di NBA sebagai pemain Bulls.

Ditarik setelah performa gemilangnya di North Carolina University, Jordan patutnya memilih merk Converse yang saat itu dipakai para pebasket top seperti Larry Bird dan Magic Johnson.

Tapi, agen Jordan David Falk berpikir sebaliknya. Melihat potensi Jordan yang akan jadi bintang besar, dia memilih mencari brand lain yang berani membuatkan sepatu khusus untuk kliennya tersebut.

Adidas sebagai produsen top olahraga saat itu lantas tertarik meminang Jordan. Kesepakatan itu nyaris saja tercapai karena Jordan rupanya ngebet betul ingin memakai sepatu Adidas.

"Saya suka Lakers, saya suka Marques Johnson, dan saya suka Adidas. Saya suka sepatu Adidas," ujar Jordan dalam dokumenter Last Dance.

Sayangnya, Adidas tidak sanggup menyediakan sepatu khusus untuk Jordan karena menilai dia baru berstatus Rookie. Lalu, datanglah Nike yang menawarkan kontrak sepatu khusus untuk Jordan.

Awalnya, Jordan ngotot tidak mau bertemu perwakilan Nike karena cuma ingin bekerja sama dengan Adidas. Hal ini membuat Falk frustrasi dan harus memanggil bala bantuan, yakni Delores selaku ibunda Jordan.

"Saya ingin Michael bekerja sama dengan Nike karena mereka sedang menapak naik. Sayangnya saya tidak bisa membuatnya pergi mengunjungi kantor Nike, jadi saya menghubungi orangtuanya," papar Falk.

Delores memaksa anaknya tersebut untuk mendengar penawaran Nike dan akhirnya Jordan menurutinya.

"Ibu saya bilang 'Kamu harus dengarkan tawaran mereka. Mungkin kamu tidak akan menyukainya, tapi setidaknya dengarkan penawaran mereka dulu. Dia akhirnya membuat saya mau mendengarkan tawaran mereka."

Jordan akhirnya meneken kontrak berdurasi 250 ribu dolar AS saat ini. Setelah itu sisanya adalah sejarah, Jordan jadi pemain besar dan brand Air Jordan kini sudah mendunia, termasuk mensponsori jersey ketiga klub sepakbola Paris Saint-Germain.

Sebagai informasi saja, di tahun pertama Jordan mengenakan sepatunya itu, Nike berhasil meraup untung 126 juta dolar AS (Rp 1,9 triliun dengan kurs saat ini) dari hasil penjualan, jauh melebih prediksi mereka di angka 3 juta dolar AS!

Sumber : Detik

Bagikan Artikel ini!

Prayuda Anugeraha

Pengamat berita olahraga lokal maupun internasional. Sangat tertarik dengan Liga Inggris..